<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Purnomohadi's Weblog</title>
	<atom:link href="http://purnomohadi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://purnomohadi.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 Apr 2008 11:54:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='purnomohadi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Purnomohadi's Weblog</title>
		<link>http://purnomohadi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://purnomohadi.wordpress.com/osd.xml" title="Purnomohadi&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://purnomohadi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>E-Book</title>
		<link>http://purnomohadi.wordpress.com/2008/04/08/e-book/</link>
		<comments>http://purnomohadi.wordpress.com/2008/04/08/e-book/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 12:37:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>purnomohadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[Perkembangan anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://purnomohadi.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Play terapi pada anak<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=purnomohadi.wordpress.com&amp;blog=3353996&amp;post=9&amp;subd=purnomohadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://books.google.co.id/books?id=TTT8CozH0k4C&amp;dq=play+therapy&amp;pg=PP1&amp;ots=22ro-46yqU&amp;sig=UH-HeCjMG03e2SSuTiBaMtnZ470&amp;hl=id&amp;prev=http://www.google.co.id/search?q=play+therapy&amp;ie=utf-8&amp;oe=utf-8&amp;rls=org.mozilla:en-US:official&amp;client=firefox-a&amp;sa=X&amp;oi=print&amp;ct=title&amp;cad=one-book-with-thumbnail" target="_blank">Play terapi pada anak</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/purnomohadi.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/purnomohadi.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/purnomohadi.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/purnomohadi.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/purnomohadi.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/purnomohadi.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/purnomohadi.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/purnomohadi.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/purnomohadi.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/purnomohadi.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/purnomohadi.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/purnomohadi.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/purnomohadi.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/purnomohadi.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/purnomohadi.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/purnomohadi.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=purnomohadi.wordpress.com&amp;blog=3353996&amp;post=9&amp;subd=purnomohadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://purnomohadi.wordpress.com/2008/04/08/e-book/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/59547ac99bea3b9f6ee1c361f19e7385?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">purnomohadi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BERSAHABAT DENGAN TELEVISI</title>
		<link>http://purnomohadi.wordpress.com/2008/04/04/bersahabat-dengan-televisi/</link>
		<comments>http://purnomohadi.wordpress.com/2008/04/04/bersahabat-dengan-televisi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Apr 2008 10:20:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>purnomohadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://purnomohadi.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[TELEVISI PERAN DAN MASALAHNYA Rasanya hampir tidak ada yang tak suka menonton televisi mulai dari balita sampai manula sekalipun. Banyak sekali orang tua sampai mengeluhkan tentang sebagian besar waktu anak-anak mereka lebih banyak dihabiskan didepan televisi, kekhawatiran pun semakin bertambah dengan maraknya tayangan-tayangan televisi yang dianggap kurang mendidik anak, yang disinyalir sebagai sumber inspirasi permasalahan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=purnomohadi.wordpress.com&amp;blog=3353996&amp;post=3&amp;subd=purnomohadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>TELEVISI PERAN DAN MASALAHNYA </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:45pt;"><img class="alignleft" style="float:left;" src="http://www.tabloid-wanita-indonesia.com/934/panji-zidan-934.jpg" alt="" width="150" height="208" /><span>Rasanya hampir tidak ada yang tak suka menonton televisi mulai dari balita sampai manula sekalipun. Banyak sekali orang tua sampai mengeluhkan tentang <span> </span>sebagian besar waktu anak-anak mereka lebih banyak dihabiskan didepan televisi, kekhawatiran pun semakin bertambah dengan maraknya tayangan-tayangan televisi yang dianggap kurang mendidik anak, yang disinyalir sebagai sumber inspirasi permasalahan sosial yang banyak timbul saat ini, membuat semakin resahlah orang tua jadinya. </span><span>Dimana tak jarang hal ini menjadi sumber konflik tersendiri antara orag tua dan anak, karena perbedaan pemikiran orang tua dan keinginan sang anak. Akhirnya berbagai aturanpun dibuat orang tua, untuk anaknya tidak banyak menghabiskan waktunya di televisi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:45pt;"><span>Menilik berbagai kelebihan yang disajikan televisi mengapa bisa menjadi pemikat anak-anak karena, tayangan televisi membuat mereka menemukan aneka hal yang menyenangkan. Dari media ini, kadang mereka menerima informasi baru yang menggugah rasa ingin tahu mereka. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:45pt;"><span>Menurut para pakar sebenarnya kehadiran televisi ditengah-tengah anak-anak kalau dimanfaatkan secara benar akan memberikan manfaat yang besar bagi perkembangan positif pada sang anak. Mengapa? karena televisi membawa anak-anak pada dunia yang jauh, menggambarkan hal-hal yang langkah, membuat mereka mengenal berbagai keragaman yang ada dimasyarakat dan dunia ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:45pt;"><span>Dengan demikian bisa disimpulkan peran televisi sebenarnya bisa pedang bermata dua. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah bagaimana orang tahu kalau program itu bermanfaat bagi anak-anaknya akankah orang tua harus selalu berada setiap saat didepan mereka sedangkan mereka juga mempunyai kesibukan sendiri. Bagaimana agar acara televisi tidak membelengggu anak-anak dari waktu ke waktu? </span><span>Perlu diketahui apa yang ada dipikiran anak-anak sendiri saat menonton televisi adalah <strong>senang.</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:45pt;"><span>Penting untuk dipahami bahwa sikap orang tua terhadap televisi akan mempengaruhi perilaku anaknya. Oleh karena itu orang tua diminta membuat batasan untuk dirinya sendiri terlebih dahulu sebelum membuat batasan bagi anak-anaknya. Hal kedua yang perlu diperhatiakan adalah, kalau ingin membuat batasan maka si anak harus diikutsertakan. </span><span>Batasan yang harus ditetapkan menyangkut <strong><em>apa, kapan, dan seberapa banyak acara televisi yang ditonton.</em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>Beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang anak-anak kita:</span></strong></p>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><span>Anak-anak dibawah usia empat tahun menghadapi kesulitan dalam      membedakan antara fantasi dan kenyataan.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Menyaksikan TV sebelum sekolah dapat menurunkan daya tangkap anak-anak      akan pelajaran.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Banyak anak ”dirusak kepekaannya” dan mudah bertindak kasar. </span><span>Ini merupakan salah satu hasil      menyaksikan televisi.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Anak-anak yang menyaksikan TV tanpa kontrol dapat dikaitkan dengan      meningkatnya kekerasan dan perilaku agresif, dan prestasi akademik yang      jelek.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Film-film kartun juga sering menyuguhkan kekerasan. Beberapa      diantaranya bahkan didominasi oleh adegan kekerasan.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Berita-berita yang disuguhkan TV seringkali hanya merupakan katalog      tindakan kekerasan yang dapat menyababkan ketakutan dan kebingungan      diantara anak-anak.</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>Akibat lebih jauh terlalu sering menyaksikan kekerasan, menimbulkan:</span></strong></p>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><span>Perilaku agresif</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Anak menjadi kurang kooperatif dan sensitif kepada yang lain.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Anak mempunyai keyakinan bahwa segala persoalannya hanya bisa      ”diselesaikan” lewat kekerasan.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Anak percaya bahwa dunia TV menghadirkan dunia nyata, bukan fantasi.      Anak-anak lebih takut mengekspresikan diri.</span></li>
<p><span id="more-3"></span><!--more--></ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>Apabila sebagian besar waktu anak dihabiskan didepan televisi, bisa dipastikan:</span></strong></p>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><span>Anak tidak akan mendengarkan, bila orang tua berbicara kepadanya, anak      tidak mau berbicara dengan orang tua dan sulit mengekspresikan diri.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Mereka sering meniru kekerasan ”pahlawan TV” dan perilakunya.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Bila bermain anak lebih sering agresif dari pada kreatif dan      konstruktif.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Mereka akan menemui kesulitan dalam berbaur dengan anak-anak lainnya.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Mereka bisa menjadi ”tidak mampu” mendengarkan cerita, dan      mengembangkan kebiasaan membaca.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Anak sulit tidur karena berkaitan dengan ketakutan akan kekerasan yang      ditampilkan di TV.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Mereka berharap pemecahan segera, bila menemui aneka masalah.</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span>Meskipun TV mengandung sejumlah unsur negatif, ia mempunyai unsur positif. Televisi dapat menjadi bagian kecil dari keseimbangan hidup anak. Yang penting, anak perlu mempunyai waktu cukup untuk bermain dengan teman-teman dan mainannya, mempunyai waktu untuk membaca dan istirahat, mempunyai waktu untuk bersama keluarga dan menikmati makan bersama keluarga. Anak-anak umumnya senang belajar dengan melakukan berbagai hal, baik sendiri maupun dengan orang tuanya. Untuk sebaiknya orang tua dapat menyikapi:</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Membaca dan memilih acara-acara TV yang dihadirkan media massa. Bila      ada program yang orang tua kurang cocok, maka jangan menyalakan TV.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span><span>2.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><span>Memberanikan diri hanya membeli video games yang mengandung unsur pendidikan dan mempromosikan nilai-nilai sosial.<strong></strong></span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Mengajari anak-anak untuk mematikan TV, bila program yang dipilih      sudah berakhir.<strong></strong></span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Mengajak anak-anak membuat atura yang masuk akal seperti:<strong></strong></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span><span>a.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><!--[endif]--><span>Batasan-batasan waktu untuk menyaksikan TV.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span><span>b.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><span>Tidak boleh menonton TV sebelum menyelesaikan tugas-tugas sekolah.<strong></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span><span>c.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><span>Tidak menonton TV sambil makan.<strong></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span><span>d.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><span>Tidak menonton TV sebelum sekolah.<strong></strong></span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Coba memilih, melihat, mendiskusikan bersama anak mengenai program      yang dipilih.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Dalam menyaksikan televisi, usahakan orang tua terlibat didalamnya,      baik dalam menyanyi maupun aktivitas lain.<strong></strong></span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Menghubungkan program-program TV yang disaksikan dengan      pengalaman-pengalaman anak.<strong></strong></span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Menjelaskan pada anak-anak mengenai maksud iklan-iklan yang      ditayangkan dan cara-cara yang digunakan untuk menjual produk.<strong></strong></span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Disekolah, anak sering mendapat ”tekanan” dari teman-temannya untuk      meyaksikan program tertentu. Mungkin orang tua bisa menyaksikan program      itu bersama anak-anak dan mencoba menjelaskan program ini tidak pantas      untuk dilihat. Orang tua mendukung anak untuk berani menentang      tekanan-tekanan. <strong></strong></span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Berbicara bersama sebagai satu keluarga mengenai program-program      TV,termasuk iklan,hal ini dapat memberikan sejumlah keuntungan untuk      mendiskusikan nilai-nilai yang orang tua kehendaki. <span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><strong><span> </span></strong><span> </span><strong></strong></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>MENDIDIK ANAK AGAR KRITIS TERHADAP TELEVISI </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span>Televisi telah mengisi kehidupan anak-anak malahan pada beberapa anak televisi adalah sahabatnya.kenyataan tidak bisa dihindari. Persoalannya adalah bagaimana mengatur strategi agar waktu yang dihabiskan didepan televisi itu benar-benar bermanfaat positif bagi perkembangan sang anak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span>Oleh karena itu kalau ternyata anak-anak lebih suka di depan televisi daripada mempelajari hal lain yang berada disekitarnya,maka televisi patut dipertimbangkan sebagai media pendidikan.Menjadikan televisi sebagai media pendidikan hanya mungkin dilakukan bila anak kritis menilai setiap tayangan yang dilihatnya.Orang tua dan gurulah yang bertanggung jawab dalam proses menumbuhkan sikap yang kritis pada anak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>KIAT-KIAT BAGI ORANG TUA DAN GURU MENGHADAPI KEBIASAAN ANAK MENONTON TELEVISI</span></strong></p>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><span>Mulailah membangun kebiasaan menonton TV dengan baik sejak dini. Ini      menyangkut displin waktu dan jarak menonton.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Membuat rencana program-program khusus apa saja yang patut ditonton.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Mengajak anak sejak dini dapat membedakan antara kejadian nyata dan      kejadian yang dirancang oleh pembuat program televisi.Saat melihat siaran      berita dan ada berita yang mengelisahkan,tragedi atau kejadian menyedikan      lainnya katakan bahwa kejadian semacam itu bisa saja terjadi dalam      kehidupan,”bersyukurlah kita tidak mengalaminya.”</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Jangan membiasakan anak-anak menggunakan televisi sebagai alasan untuk      tidak melakukan kegiatan lain.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Sekali-sekali temanilah anak menonton televisi dan manfaatkan saat itu      untuk membuka diskusi dengan anak tentang tayangan yang dilihat.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Jelaskan pada anak tipuan-tipuuan yang ada dalam siaran iklan.Biasakan      anak tidak tertarik pada siaran iklan.</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>MENONTON TELEVISI TANPA MELUPAKAN BUKU</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span>Untuk menguragi dampak televisi terhadap perkembangan anak, kita harus mengatur bagaimana kita menonton televisi bukan kita yang diatur televisi. Untuk mengalihkan perhatian anak dari televisi ke buku, orang tua harus memberi tempat lebih banyak pada buku. Ini bisa ditempuh dengan adanya perpusatkaan keluarga, membuat jadwal membaca, menjadikan toko buku sebagai salah satu tujuan rekreasi, dan membudayakan pemberian hadiah berupa buku. Dengan demikian televisi menjadi sekedar pelengkap.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span>Aturan tersebut meliputi penetapan jam yang tepat untuk menonton televisi dengan tidak mengambil jam belajar, jam bermain, dan jam kegiatan lain. Itu juga dilakukan dengan menyeleksi acara yang patut ditonton anak-anak, menonton bersama keluarga, dan mengevaluasi apa yang ditonton. <span> </span><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:45pt;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:45pt;"><span><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span><span> </span><span> </span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/purnomohadi.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/purnomohadi.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/purnomohadi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/purnomohadi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/purnomohadi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/purnomohadi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/purnomohadi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/purnomohadi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/purnomohadi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/purnomohadi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/purnomohadi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/purnomohadi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/purnomohadi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/purnomohadi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/purnomohadi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/purnomohadi.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=purnomohadi.wordpress.com&amp;blog=3353996&amp;post=3&amp;subd=purnomohadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://purnomohadi.wordpress.com/2008/04/04/bersahabat-dengan-televisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/59547ac99bea3b9f6ee1c361f19e7385?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">purnomohadi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.tabloid-wanita-indonesia.com/934/panji-zidan-934.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
